Inginku miliki kembali rasa itu..
Inginku ulangi lagi cerita itu..
Kenangan demi kenangan jatuh berhamburan di depan mataku. Baru aku sadar akan rindunya sesuatu. Sesuatu yang pernah aku miliki bersamamu. Tanpa sengaja kita bertemu. Dalam keramaian suasana tak bercelah.
Kita ini teman. Teman yang tanpa ikatan rasa. Tapi ternyata Tuhan menyelipkan rasa. Sesaat aku mencoba menolak. Seiring waktu rasa itu menjadi kuat. Aku berani bilang bahwa aku cinta kamu. Karena pada kenyataannya aku memang cinta. Kau tidak menyinarkan rasa yang sama. Namun aku bisa merasa. Kita sama-sama saling cinta.
Ingatkah kau saat sinar bulan perlahan berubah menjadi fajar? Kita masih duduk bersandar menatap layar. Inilah kehidupan malam kita. Ingatkah kau saat aku tersesat? Kaulah pencari jalan keluarku. Meskipun tanpa rasa, kau menuntunku untuk kembali pulang. Ingatkah kau saat aku menangis pilu? Serentetan kata kau ucapkan untuk penghiburan.
Aku rindu saat-saat itu. Tidakkah kau ingat saat kita bertemu? Menghabiskan waktu yang sedikit itu dengan bermain kartu. Kau menyanyikan lagu sendu. Diiringi alunan gitar, mata elangmu memandangku. Saat itulah kita terakhir bertemu.
Tidakkah kau juga rindu masa itu? Mengapa saat ini aku tidak mampu merasakan rasamu?
Mungkinkah telah kau coret namaku dari hatimu?
aku bukanlah lagi seorang teman..
aku hanyalah seorang wanita yang jatuh cinta..
Tuhan tolong kembalikan rasa itu..
Ikatkan kami kembali dengan benang merahmu..
By : Ulfa Fauzi
Solo, February 28th, 2012
@ 09.21 p.m