Kutuliskan kisah ini untuk dia..
yang diam meratap karena cinta..
Mencintai itu mengagumkan.
Diri terasa di awang-awang.
Sebentuk perhatian senantiasa tercurah.
Untuk dirinya yang selalu di damba.
Ingin mengungkap bahagia yang dirasa.
Ingin berteriak menyerukan rasa yang ada.
Biar seluruh alam mendengar jeritan kebahagiaan.
Saat diri ini butuh seseorang.
terkadang temanlah yang menjadi sasaran ungkapan hati.
pada mereka kita bermanja ria.
tersenyum malu penuh warna warni rasa.
Namun bagaimana bila akhirnya teman menjadi LAWAN?
Di depan kita dia memuja namun menjilat di belakang.
Cinta kita berlabuh pada orang yang sama.
Kesetiaan berubah arah menjadi perselingkuhan.
Hati pasti terasa runtuh.
mencoba ikhlas tapi hati tak mampu.
Perih ini perlahan mengurai jantungku.
jiwa ini tertatih....
Sakit hati tak terperi...
by: Ulfa Fauzi
Solo, February 18th 2011
@ 2.31 p.m