Apalah gunanya kata, ketika apa yang kita ucap tak didengar.
Pendiam bukan berarti tak punya suara. Selalu ada alasan di balik sikap seseorang.
Apakah lantas dia berhak disebut tak punya otak? Bukankah malah kalian yang ternyata berotak hampa?
Dia jarang berbicara. Dia jarang mengungkapkan pendapat. Dia lebih memilih diam.
Pernahkah kalian tanya alasannya. Tentu saja tidak !
Kalian hanyalah manusia-manusia yang suka berspekulasi. Tidak tahu apapun dan langsung memainkan jari. Menuding.
Dia lebih memilih berjalan di barisan paling belakang. Pernahkah kalian gandeng tangannya dan bersama melangkahkan kaki ke depan? Tentu saja tidak !
Kalian hanyalah seonggok daging yang berjalan tanpa rasa. Hanya bisa mencela dan menyela.
Dia akan berdiri tegak dan menggerakkan mata menatap kalian satu per satu. Tahukah apa yang dia lihat? Tentu saja tidak !
Kalian hanyalah segenggam tanah yang hanya punya mata. Tapi mata itu tidak bisa memandang ke kedalaman hati. Sayang.
Ulfa Fauzi
Sukadiri
12.47 a.m
240515